-->

Info Populer 2022

Tak Disangka,Fakta Terkini Potongan Jari Manusia dalam Sayur Lodeh,

Tak Disangka,Fakta Terkini Potongan Jari Manusia dalam Sayur Lodeh,
Tak Disangka,Fakta Terkini Potongan Jari Manusia dalam Sayur Lodeh,

 


Polisi Simpulkan Jari Milik Orang Dewasa

 Fakta terbaru soal potongan jari manusia yang ditemukan di sayur lodeh oleh warga Kabupaten Belu Kecamatan Tasifeto Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terungkap.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polda Metro Jaya, potongan jari orang-orang tersebut ternyata milik seorang laki-laki.

“Informasi yang didapat memang jari seorang pria,” kata dr Edi Hasibuan, ahli forensik Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang, Jumat (6/1).

Menurut Eddie Hasibuan, hasil tes dari laboratorium Polri memang belum dikirim ke Kupang. Nantinya, hasil akan dikirim melalui surat.

“Hasil uji laboratoriumnya belum dikirim dari Jakarta, kita tunggu saja informasinya karena nanti akan dikirim lewat surat,” tambahnya.

Sebagai informasi, dua warga bernama Dion Klau dan Isto Foa pertama kali mengetahui potongan jari manusia yang ditemukan di sayur lodeh. Pada Sabtu (12/10/2022), mereka berdua membeli sayur lodeh di sebuah warung untuk menu makan siang mereka.

Namun, mereka terkejut menemukan jari manusia lengkap dengan kuku yang tercampur ke dalam sayur lodeh. Mereka segera melaporkan penemuan jari manusia di sayur lodeh ke Polsek

Polisi Belo memastikan, potongan jari manusia yang ditemukan di sayur lodeh di Kabupaten Belo, Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah jari orang dewasa. Hal itu berdasarkan hasil identifikasi dokter di puskesmas setempat.

“Hanya setengah kuku. Itu jari orang dewasa pasti,” kata Iptu Djafar Alkatiri, Kanit Reskrim Polres Beru.

Barang bukti berupa potongan jari orang dewasa lengkap dengan kuku itu kini sudah mengecil dan berwarna hitam. Potongan jari panjangnya 1,5 cm.

“Itu jari orang dewasa, tapi sudah kecil dan hitam. Tadi diukur 1,5 sentimeter,” kata dr Edi Hasibuan, ahli forensik Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Dr Thitus Uli Kupang, Jumat (16/12).

7 Orang Diperiksa

Polisi telah memeriksa tujuh saksi dalam kasus penemuan jari manusia di sayur lodeh NTT. Pemeriksaan pertama terhadap lima saksi dilakukan sebelum Polres Belu kembali memeriksa dua saksi tambahan.

Iptu Djafar Alkatiri, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Belu, mengatakan polisi telah meminta keterangan dari dua saksi lain dan pelapor Petrus Watu. Kedua saksi tersebut merupakan anak dari juru masak Warung Albarkah dan seorang laki-laki dari pabrik tahu.

“Iya benar dan ada tambahan pemeriksaan saksi dua orang, masing-masing dari anak koki di warung Albarkah dan satu lagi dari tempat produksi tahu. Kami juga sedang mendalami lagi pernyataan Petrus karena menurut keterangan aslinya, katanya jarinya di tahu, biar dia jelaskan lagi,” jelasnya, Sabtu (17/12/2022).

Sayangnya, kesaksian saksi mata lainnya tidak memberikan banyak petunjuk tentang misteri potongan jari sayur lodeh. Untuk itu, dia berharap hasil pemeriksaan laboratorium di Mabes Polri mengungkap siapa pemilik potongan jari tersebut.

“Itu belum terungkap secara pasti, dan kami berharap hasil pemeriksaan lanjutan di sana memberikan petunjuk sehingga segera terungkap,” kata Alkatiri.

Kendala Polisi Ungkap Potongan Jari Manusia di Sayur Lodeh

Polisi masih terus mendalami potongan jari manusia yang ditemukan di dalam sayur lodeh oleh warga Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT. Namun seiring berjalannya waktu, bentuknya makin kecil. Warnanya pun berubah menjadi hitam karena pembusukan.

Jari itu pasti milik orang dewasa. Namun kini bentuknya semakin mengecil. Karena pembusukan, warnanya menjadi hitam.

Sebelumnya, polisi mengaku masih berjuang mengungkap misteri potongan jari manusia yang ditemukan di sayur lodeh oleh warga Belu, NTT. Ini karena ruas jari orang dewasa hanya berukuran setengah kuku.

“Dalam ilmu reskrim, kita kesulitan membaca alur saat sidik jari karena potongan jari orang dewasa itu hanya setengah kuku,” terang Kasat Reskrim Polres Belu Iptu Djafar Alkatiri, Kamis (14/12) sore.


Advertisement
Next
This Is The Current Newest Page

Iklan Sidebar